Nagaya

Bagaimana Legalitas atau Status Hukum Nagayacoin di Indonesia?

Legalitas atau Status Hukum Nagayacoin di Indonesia

Nagayacoin - Seiring dengan berjalannya waktu, sejak diluncurkan ke Publik tahun 2018 hingga sekarang 2021, ditengah badai pandemi Covid-19 yang masih melanda ada kabar gembira buat para member atau pemegang Nagayacoin, berdasarkan informasi dari Manajemen Nagaya total pemegang coin per 28 Juni 2021 sudah mencapai 22810 holder, dengan total Nagayacoin yang sudah terjual 3.249.978 NGY ini artinya ada perkembangan yang sangat signifikan dalam hal penjualan.

Adanya peningkatan penjualan karena informasi tentang Nagaya semakin tersebar luas ketengah-tengah masyarakat Indonesia melalui berbagai saluran media dan juga beberapa Negara dari benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika mulai melirik coin Nagaya, dan yang paling gencar melakukan promosi adalah tim dari Rusia.

Jika bicara legalitas secara internasional jelas bahwa perusahaan Nagaya terdaftar secara resmi dan diawasi oleh Pemerintah di Singapura untuk informasi lengkapnya silakan baca : Benarkah Nagaya terdaftar di Singapura?, lalu pertanyaan yang sering dilayangkan oleh Netizen dari Indonesia adalah soal status hukum Nagaya di Indonesia.

Legalitas atau Status Hukum Nagayacoin di Indonesia

Di Indonesia yang mengatur hal-hal mengenai Crypto-Asset adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) karena dalam status hukum Indonesia mata uang Crypto termasuk dalam kategori Aset Digital hal ini mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. jadi yang diberikan perizinannya adalah Exchange / Market Crypto. 

Jika ada pertanyaan apakah Nagayacoin ada izin dari OJK? tentu tidak ada karena memang bukan ranah OJK, Nagayacoin adalah Aset Crypto bukan Exchange / Market, saat ini Nagayacoin belum masuk Market crypto jadi belum perlu izin Bappebti, lantas bagaimana jika sudah masuk market crypto? nah jika Nagayacoin sudah masuk market maka secara otomatis mengantongi izin dan diakui oleh Bappebti karena sejauh ini ada 229 cryptocurrency yang diakui oleh Bappebti.

Itulah mengapa, di Indonesia banyak Aset Crypto seperti Bitcoin yang bahkan foundernya tidak diketahui keberadaannya, kantornya tidak tahu dimana, namun legal diperjual belikan di Indonesia karena sudah masuk market. Lantas apa yang berbeda dengan aturan Crypto di Singapura?, di Negara Singapura yang mereka verifikasi dan regulasikan adalah produknya (Konsep, Legalitas dan Transparansi Aset Cryptonya), bukan marketnya, sederhanya dalam hal ini yang diverifikasi dan diregulasi adalah Nagaya-nya.

Jika ingin menunggu Nagaya (NGY) masuk market dan otomatis langsung diakui  oleh Bappebti, bisa saja. Namun kita tidak tahu pada saat itu harga Nagaya (NGY) sudah berapa dollar, waktu yang paling tepat untuk membeli Nagaya adalah ketika harganya masih tejangkau, jika sudah masuk market besar kemungkinan harganya naik sudah tidak bisa terkendali lagi, terlebih ada fundamental yang jelas membuat Nagayacoin menjadi semakin langka dan mahal.

INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI